Intisari Hadits Qudsi by Imam Al-Ghazali

Intisari Hadits Qudsi by Imam Al-Ghazali

Assalammu’alaikum wr.wb,

Hi Woke people!

Berikut adalah gems atau kata mutiara yang berasal dari hadits qudsi. Untuk mengetahui teks aslinya, teman-teman bisa baca langsung dari buku “Intisari Hadits Qudsi” karangan Imam Ghazali.

1. Aku heran pada orang yang alim lisannya, tetapi bodoh hatinya. Aku heran terhadap orang yang bersuci dengan air, tetapi tidak suci hatinya. Aku heran pada orang yang sibuk mengurus aib orang lain, tetapi lupa terhadap aib diri sendiri; atau terhadap orang yang mengetahu bahwa Allah swt melihatnya, tetapi ia tetap berbuat maksiat.

2. Barang siapa memasuki pagi hari dengan bersedih karena dunia, maka ia seakan memasuki pagi dengan marah terhadap-Ku. Siapa saja yang mengeluhkan suatu musibah, berarti telah mengeluhkan-Ku. Barang siapa menemui orang kaya, lalu bersikap merendahkan diri terhadap orang itu karena kekayaannya, maka hilanglah dua pertiga agamanya. Siapa yang tidak peduli dari pintu manakah ia makan, maka ia tak akan peduli dari pintu manakah Allah akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam. Barang siapa mengamalkan apa yang ia ketahui, Allah swt akan menganugerahkan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.

3. Wahai manusia, bersikaplah qana’ah niscaya kau akan kaya. Tinggalkanlah sifat dengki, niscaya kau merasa tenang. Hindarilah yang haram, tentu kau telah memurnikan agamamu. Barang siapa meninggalkan gibah, akan tampak kecintaan-Ku kepadanya. Barang siapa sedikit bicaranya, sempurnalah akalnya. Barang siapa ridha dengan yang sedikit, berarti ia percaya kepada Allah swt.

4. Wahai manusia, barang siapa memasuki pagi hari dengan bersedih karena dunia, maka ia akan semakin jauh dari Allah, di dunia semakin sulit, dan di akhirat bertambah payah. Allah swt juga menetapkan hatinya dalam kesedihan yang tak pernah putus selamanya, kesibukan yang tak pernah tuntas selamanya, kefakiran yang tak pernah mecapai kekayaan selamanya, dan angan-angan yang selalu menyibukkannya selama-lamanya.

5. Wahai manusia, janganlah kau termasuk orang yang menyepelekan tobat, memanjangkan angan-angan, berharap akhirat tanpa beramal; mengucapkan ucapan para ahli ibadah, tetapi mengerjakan amalan orang-orang munafik. Jika diberi ia tidak puas, dan bila tidak diberi ia tak mampu bersabar; ia menyerukan kebaikan, namun tidak melakukannya; ia melarang keburukan, tetapi tidak meninggalkannya. Ia mencintai orang-orang saleh, tetapi tidak menjadi golongan mereka; ia membenci orang-orang munafik, tetapi menjadi bagian dari mereka; ia katakan apa yang tidak ia lakukan; ia pun melakukan apa yang tidak diperintahkan; ia minta dipenuhi apa yang tidak ia penuhi.

6. Barang siapa berjuang, maka ia berjuang untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam. Wahai manusia, sebagaimana kau menyakiti, seperti itulah kau akan disakiti. Dan, sebagaimana kau berbuat, maka seperti itu pulalah kau akan diperlakukan.

7. Wahai manusia, murnikanlah amalmu dan mintalah kepada-Ku. Maka, Aku akan memberimu lebih banyak dari segala sesuatu yang dimohonkan orang-orang yang meminta.

8. Wahai manusia, Aku tidaklah menciptakan kalian dengan main-main; tidak pula Kuciptakan kalian dengan sia-sia. Aku tidaklah lalai dan sesungguhnya Aku Maha Melihat kalian. Kalian tak akan bisa meraih segala sesuatu yang ada di sisi-Ku, melainkan dengan kesabaran terhadap apa yang tidak kalian sukai demi meraih ridha-Ku. Duhai manusia, kalian semua tersesat, kecuali orang yang Kuberi hidayah. Kalian seluruhnya itu berbuat buruk, melainkan orang yang Kulindungi. Bertobatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengasihimu. Dan janganlah kalian membuka rahasia di samping Dia yang telah melihat rahasiamu.

9. Wahai manusia, janganlah kalian melaknat makhluk karena laknat itu akan kembali kepadamu. Duhai manusia, langit itu bisa tegak di atas angkasa tanpa tiang, hanya dengan satu dari sekian Asma-Ku, tetapi hatimu tidak bisa tegak oleh seribu nasihat dari kitab-Ku. Hai manusia, sebagaimana batu tidak dapat lunak karena air, demikian pula nasihat tak berpengaruh terhadap hati yang keras.

10. Sesungguhnya orang beriman adalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya; orang-orang yang berbuat baik terhadap orang yang berbuat buruk kepadanya; mereka yang menyambung silaturahim dengan orang-orang yang memutus hubungan dengannya; memaafkan orang-orang yang menghalanginya. Mereka juga mempercayai orang yang telah menkhianatinya; menyapa orang yang menjauhinya; memuliakan orang yang merendahkannya. Sungguh, Aku Maha Mengetahui tentang kalian.

11. Duhai manusia, perhatikanlah Aku, berdaganglah dengan-Ku, bergaullah dengan-Ku, masukkanlah Aku dalam labamu. Sesungguhnya Aku memiliki apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terbesit di dalam hati manusia. Gudang-Ku tak pernah habis dan berkurang. Aku Maha Memberi lagi Maha Dermawan.

12. Sebagaimana kalian tak akan menemukan petunjuk jalan yang benar kecuali dengan mengikuti petunjuk, demikian pula tak ada jalan ke surga selain dengan amal. Sebagaimana harta benda tak bisa dikumpulkan melainkan dengan susah payah, begitu pula kalian tak akan masuk surga kecuali dengan sabar menjalankan ibadah kepada-Ku. Karena itu, mendekatlah kepada-Ku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah, dan carilah ridha-Ku melalui kerelaan orang-orang miskin terhadapmu. Cintailah rahmat-Ku lewat majelis para ulama karena rahmat-Ku tak pernah berpisah dari mereka walah sekejap.

13. Wahai manusia, betapa banyak pelita yang dipadamkan oleh tiupan angin. Betapa banyak ahli ibadah yang dirusak oleh sikap sombongnya. Betapa banyak orang kaya yang dihancurkan oleh kekayaannya. Alangkah banyaknya orang fakir yang dihancurkan oleh kefakirannya. Begitu banyak orang sehat yang dihancurkan oleh kesehatannya. Berapa banyak orang alim yang dihancurkan oleh ilmunya. Betapa banyak orang bodoh yang dihancurkan oleh kebodohannya.

14. Wahai manusia, mintalah kepada-Ku sesuai hajatmu. Berbuatlah maksiat kepada-Ku sejauh kesabaranmu terhadap neraka. Janganlah kalian melihat ajalmu yang belum datang, rezekimu yang ada di depan mata, dan dosa-dosamu yang tertutup: “Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan.” (QS 28:88)

15. Wahai manusia, jika agama, daging, dan darahmu baik, maka baik pula agama, daging dan darahmu. Bila agamamu rusak, rusak pula amal, daging dan darahmu. Maka dari itu, janganlah kau seperti lampu yang membakar diri sendiri untuk menerangi orang lain. Keluarkanlah cinta dunia dari dalam hatimu sebab Aku tak pernah mengumpulkan cinta dunia dan cinta kepada-Ku dalam satu hati. Hikmah Allah yang paling baik adalah khusyuk, kekayaan yang paling utama yaitu sikap merasa cukup (qana’ah), bekal yang paling sempurna ialah taqwa; hal terbaik yang masuk ke dalam hati adalah keyakinan, dan sesuatu paling bagus yang diberikan kepadamu adalah kesehatan (‘afiyat).

16. Beramal baiklah untuk dirimu untuk waktu yang masih tersisa di depanmu. Wahai manusia, kalian akan datang sesuai amalmu. Setiap hari umurmu rusak, sejak hari ketika kalian dilahirkan dari perut ibumu. Setiap hari kalian mendekati kuburmu, hingga kalian memasukinya. Duhai manusia, perumpamaanmu di dunia laksana lalat. Setiap kali melihat madu, maka mereka berkerumun padanya. Demikian pula kalian. Janganlah kalian menjadi seperti kayu bakar yang membakar diri sendiri demi orang lain.

17. Hai manusia, bila ucapanmu bagus, sedangkan amalmu buruk, maka engkau adalah pemimpin orang-orang munafik. Dan, jika lahirmu manis, sementara batinmu buruk, berarti engkau termasuk orang-orang yang binasa. “Mereka hendak menipu Allah, padahal Dialah yang menipu mereka. Dan, mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar.” (QS 2:9)

18. Wahai manusia, kepada siapakah kalian mengadukan Aku jika kalian tidak mengadu kepada-Ku? Sampai kapankah kalian melupakan-Ku, sedangkan Aku tidak menghendaki hak itu? Seberapa lamakah kalian akan kufur kepada-Ku, sementara Aku tidak berlaku zalim terhadap hamba? Sampai kapankah kalian tak mengakui nikmat-Ku? Sampai kapankan kalian meremehkan Kitab-Ku, padahal Aku tak membebani sesuatu yang tak sanggup kalian lakukan? Sampai kapankah kalian berpaling dari-Ku? Sampai kapankah kalian ingkar kepada-Ku, padahal kalian tidak memiliki Tuhan selain Aku?

19. Wahai manusia, bersabarlah dan rendah hatilah, niscaya Aku meninggikanmu. Bersyukurlah kepada-Ku, Aku pasti menambah nikmatmu. Mintalah ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampunimu. Jika kau berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkan doamu. Bertobatlah kepada-Ku, tentu Aku menerima tobatmu. Mintalah kepada-Ku, pasti Aku memberimu. Bersedekahlah, agar Aku memberkahi rezekimu. Sambunglah silaturahim, niscaya Aku tambah ajalmu. Mintalah kesehatan kepada-Ku dengan kesehatan yang panjang, keselamatan dalam kesendirian, ikhlas dalam kesungguhan, sikap wara’ kepada Allah dalam tobat, dan kekayaan dalam qana’ah.

20. Duhai manusia, bagaimana kau menghendaki ibadah dalam kekenyangan? Bagaimana kau menginginkan untuk mencintai Allah namun tetap mencintai harta? Bagaimana kau berharap takut kepada Allah tetapi kau masih takut terhadap kefakiran? Bagaimana kau mengangankan sikap wara’ bersamaan dengan sikap rakus pada dunia? Bagaimana kau menginginkan ridha Allah tanpa mencari ridha orang-orang miskin? Bagaimana kau menginginkan ridha Allah tapi kau bersikap bakhil? Bagaimana kau mengharapkan surga dengan cinta harta dan pujian? Bagaimana kau menginginkan kebahagiaan dengan ilmu yang sedikit?

21. Tidak ada keberhasilan yang menyamai sabar; tak ada kebahagiaan yang sama dengan taufik. Tidak ada hiasan yang lebih indah dibanding akal; tidak ada kawan yang lebih menghibur dibanding kearifan. Duhai manusia, pusatkan pikiranmu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Kupenuhi hatimu dengan kekayaan, Aku berkahi rezekimu, dan Aku letakkan rasa tenang dalam tubuhmu.

22. Wahai manusia, kematian akan mengungkap segala rahasiamu; kiamat akan membuat usang semua ceritamu; azab akan mencabik-cabik rahasia-rahasiamu. Jika kau melakukan dosa, janganlah kau lihat kecilnya dosa itu, tetapi lihatlah kepada siapa kau berbuat durhaka. Bila kau dianugerahi rezeki yang sedikit, maka janganlah kau lihat sedikitnya, tetapi lihatlah siapa yang telah memberimu rezeki.

23. Wahai manusia, lihatlah dirimu dan seluruh ciptaan-Ku. Jika kau menemukan yang lebih mulia daripada dirimu, maka pindahkanlah kemuliannya kepadamu. Bila tidak, muliakanlah dirimu dengan bertobat dan amal saleh, jika dirimu adalah mulia bagimu.

24. Wahai manusia, jika kau menemukan kerasnya hatimu, sakit pada tubuhmu, kesulitan dalam rezekimu, dan kekurangan dalam hartamu, ketahuilah bahwa kau telah berbicara tentang apa yang tidak berguna bagimu. Hai manusia, tidaklah agamamu bisa lurus sebelum lidahmu lurus, dan tidakkah lidahmu dapat lurus sebelum kau memiliki rasa malu kepada Tuhanmu. Wahai manusia, jika kau melihat aib orang lain dan lupa terhadap aibmu sendiri, berarti kau telah menyenangkan setan dan membuat murka ar-Rahman. Wahai manusia, lidahmu adalah singa. Bila kau beri kebebasan, ia akan membunuhmu. Jadi, kehancuranmu terletak pada ulah lidahmu.

25. Barang siapa dalam hidupnya berpuasa dengan ikhlas karena Aku, maka Aku memberinya buka dengan rahmat-Ku. Siapa saja begadang malam hari untuk menunaikan qiyamul lail, ia akan mendapatkan satu dari anugerah-Ku. Barang siapa memejamkan mata terhadap larangan-larangan-Ku, Aku amankan ia dari neraka-Ku.

26. Wahai manusia, jika Allah swt telah menjamin rezekimu, lalu untuk apakah kalian sedih berkepanjangan? Bila penggantian itu dijamin oleh Allah, lantas mengapakah ada kekikiran? Apabila Iblis adalah musuh Allah, mengapakah terjadi kelalaian? Tatkala hukumannya adalah neraka, lalu mengapakah ada istirahat? Jika pahala Allah adalah surga, mengapa bisa terjadi maksiat? Jika segala sesuatu terjadi atas ketetapan-Ku, lantas mengapa ada kepanikan?

27. Wahai manusia, perbanyaklah bekal karena perjalanan masih jauh. Tegakkan dirimu karena Allah sebab lautan itu dalam. Telitilah amal karena shirath itu lembut. Murnikanlah amal sebab Yang Meneliti itu Maha Melihat. Segala yang menjadi keinginanmu ada di dalam surga, istirahatmu di akhirat, dan kau akan memiliki bidadari. Hiduplah untuk-Ku, niscaya Aku menjadi milikmu. Mendekatlah kepada-Ku dengan merendahkah dunia dan mencintai orang-orang baik. Karena Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

28. Duhai manusia, Aku tidak menciptakan api, kecuali untuk setiap orang kafir, peminum khamr, penganiaya anak yatim; buruh yang khianat, orang yang meratap karena sedih, dan setiap orang yang menyakiti tetangga; ‘Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’. (QS 25:70). Karena itu, wahai para hamba-Ku, kasihilah dirimu karena tubuhmu itu lemah, sementara perjalanan masih jauh, bebannya berat, dan jalannya sempit. Sungguh, Yang Maha Meneliti itu Maha Melihat dan yang menjadi hakim adalah Tuhan seluruh alam.

29. Wahai manusia, bagaimana bisa kau mencintai dunia yang fana dan sementara serta kehidupan yang tak abadi, sedangkan orang-orang yang taat akan diberi surga yang mereka masuki dari ketujuh pintunya.

30. Wahai manusia, kekayaan adalah kekayaan-Ku, dan kau adalah hamba-Ku. Maka kau tak memiliki harta-Ku, kecuali apa yang telah kau makan hingga kau habiskan; atau yang kaupakai hingga kau usangkan; atau yang kau sedekahkan hingga kau abadikan. Jadi, antara Aku dan engkau itu ada tiga bagian; satu bagian untuk-Ku, satu untukmu, dan satu lagi antara Aku dan engkau. Adapun bagian-Ku adalah ruhmu. Sedangkan bagianmu yaitu amalmu. Dan bagian yang terbagi antara Aku dan kau adalah kau berdoa dan Aku mengabulkan.

31. Wahai manusia, sesungguhnya perumpamaan ilmu tanpa amal laksana kilat dan petir tanpa hujan. Amal tanpa ilmu ibarat pohon tanpa buah. Orang alim yang tidak beramal bagaikan busur tanpa benang. Harta tanpa zakat layaknya orang mencari garam di atas bukit Shafa. Nasihat kepada orang bodoh laksana permata dan mutiara di sisi binatang.

32. Perumpamaan orang yang kikir terhadap ilmu laksana batu hitam. Nasihat kepada orang yang tidak menginginkannya bagaikan seruling di tengah kuburan. Perumpaan sedekah dari harta yang haram layaknya mencuci kotoran di baju dengan air kencing. Shalat tanpa zakat bagaikan tubuh tanpa ruh. Dan, perumpamaan orang berilmu tanpa tobat seperti bangunan tanpa pondasi.

33. Bersihkanlah amalmu dari riya, niscaya Kupakaikan cinta-Ku kepadamu. Kosongkanlah waktumu untuk berzikir kepada-Ku, pasti aku akan menyebutmu di sisi para malaikat-Ku.

34. Wahai Musa, fakir dari kebaikan adalah kematian terbesar. Barang siapa tidak bermusyawarah, ia pasti menyesal. Siapapun yang melakukan istikharah, maka ia tak akan menyesal.

35. Barang siapa memburu ketenaran (sum’ah) dengan amalannya, ia laksana orang yang memindahkan air di punggungnya ke gunung. Ia akan mengalami kelelahan dan kepayahan, sementara amalnya sama sekali tak diterima. Setiap kali bersatu dengan air maka ia tidak melunak. Wahai manusia, ketahuilah bahwa Aku tidak menerima amal kecuali yang murni karena Aku. Maka, beruntunglah orang-orang yang ikhlas.

36. Duhai manusia, kekayaan itu milik-Ku, dan kau adalah hamba-Ku, sedangkan tamu itu utusan-Ku. Tidakkah kau takut ketika Aku merampas nikmat-Ku? Hai manusia, ada tiga hal yang wajib bagimu; zakat hartamu, menyambung silaturahim, serta urusan keluarga dan tamu. Jika kau tidak menunaikan apa yang Ku-wajibkan atas dirimu, maka Aku akan menjadikanmu sebagai peringatan bagi seluruh alam.

37. Duhai manusia, bila kau tak memperhatikan hak tetanggamu sebagaimana kau perhatikan hak keluargamu, Aku tak akan melihatmu, tak akan menerima amalmu, dan tidak akan mengabulkan doamu. Janganlah kau melihat apa yang Kuharamkan terhadapmu sebab bagian tubuhmu yang akan dimakan ulat adalah dua matamu. Ketahuilah, kau akan dimintai pertanggungjawaban atas pandangan dan cintamu.

38. Wahai manusia, kau tahu sejauh mana umurmu yang telah lewat yang kau gunakan untuk berbuat maksiat kepada-Ku; tidak pula kau mengetahui seberapa lama lagi umurmu yang masih tersisa yang akan kaugunakan untuk bermaksiat kepada-Ku. Maka, janganlah kau lupa mengingat-Ku sebab Aku Maha Melakukan apa yang Kukehendaki.

39. Andaikan saudara-saudara dan para pencintamu sesama manusia bisa mencium bau dosa-dosamu dan mampu melihatnya sebagaimana yang Aku ketahui, niscaya mereka tak mau duduk bersanding denganmu dan tak mau mendekat kepadamu. Bagaimana tidak, sedangkan setiap hari dosa-dosamu terus bertambah, sementara umur selalu berkurang tiap hari, sejak kau dilahirkan oleh ibumu.

40. Wahai manusia, sesungguhnya engkau berada dalam dua nikmat-Ku yang kau tak tahu mana yang lebih besar bagimu; apakah dosa-dosamu yang tetutup di mata manusia, ataukah pujian dan kebaikanmu. Bersihkanlah amalmu dari riya. Bawalah bekal seperti musafir yang ketakutan akan kehabisan bekal. Letakkanlah kebaikanmu di bawah ‘Arsy-Ku. Jika kau mencintai rezeki lalu Aku memberimu rezeki, infakkanlah. Janganlah kau tahan rezeki dari-Ku terhadap para hamba-Ku. Karena Aku telah menjamin akan memberikan ganti dan Kujanjikan pahala kepadamu, lalu mengapa kau meragukan Kitab-Ku? Barang siapa tidak mempercayai janji-Ku dan tidak meyakini para nabi-Ku, berarti telah mengingkari ketuhanan-Ku. Barang siapa mengingkari ketuhanan-Ku, akan Kusungkurkan ia dalam neraka.

41. Hai manusia, barang siapa memusuhi wali-Ku, berarti ia telah mengumandangkan perang terhadap-Ku. Kemarahan-Ku memuncak terhadap orang yang menzalimi orang yang tidak memiliki penolong selain Aku. Barang siapa ridha pada bagian yang Aku berikan kepadanya, maka Aku berkahi rezekinya, dan dunia akan datang kepadanya dengan senang, meskipun ia tak menginginkannya.

42. Wahai manusia, letakkanlah tanganmu di atas dadamu. Apa yang kau cintai bagi dirimu sendiri, maka sukailah untuk orang lain. Duhai manusia, tubuhmu itu lemah, lidahmu tipis, dan hatimu senang memaksa. Hai manusia, puncak perjalananmu adalah kematian, maka berbuatlah untuknya sebelum ia datang kepadamu.

43. Wahai manusia, apa yang sudah Kubagikan untukmu, janganlah kau berlelah-lelah mencarinya. Segala yang telah Kubagi untukmu, maka ia akan mencarimu hingga kau mendapatkannya. Duhai manusia, berbuatlah untuk dirimu sendiri sebelum maut menjemputmu. Jangan sekali-kali kau tertipu oleh kesalahan karena perjalanan itu akan mengikuti jejaknya. Jangan pula kau terlena oleh kehidupan dan panjang angan-angan hingga lupa bertobat. Karena kau akan menyesali penundaan tobat, dan penyesalah tak akan berguna bagimu. Wahai manusia, bila kau tidak mengeluarkan hak-Ku dari harta yang telah Kukaruniakan kepadamu dan tak mau memberikan hak para fakir di dalamnya; maka akan dikuasakan terhadapmu seorang pemaksa yang akan merampasnya darimu, dan Aku tidak akan memberimu pahala karenanya.

44. Hai manusia, barang siapa melakukan perbuatan dosa sambil tertawa, maka Aku akan memasukkannya ke dalam neraka dengan menangis. Siapa saja yang bersimpuh sembari menangis karena takut kepada-Ku, maka akan Ku-masukkan ia ke surga dalam keadaan tersenyum.

Woke Indonesia
[email protected]
No Comments

Post A Comment